Dari luar, game ini terlihat sama.
Layarnya tidak berubah banyak. Gameplay-nya masih itu-itu saja.
Bahkan mungkin, kalau orang lain memainkannya, mereka tidak akan sadar ada yang berbeda.
Tapi bagiku, game ini bukan lagi game yang sama.
Karena yang aku ganti bukan tampilannya,
melainkan jantungnya.
Awalnya aku mengira masalahnya ada di permukaan
Waktu pertama kali merasa tidak nyaman dengan game ini, refleks awalku sederhana:
-
mungkin UI-nya kurang menarik
-
mungkin mekaniknya terlalu biasa
-
mungkin perlu fitur baru
Pikiran yang umum dimiliki kreator:
“Kalau rasanya hambar, berarti perlu ditambah sesuatu.”
Aku sempat mencoba itu.
Sedikit di sana.
Sedikit di sini.
Tapi rasa beratnya tidak hilang.
Sampai aku sadar: yang salah bukan tampilannya, tapi cara kerjanya
Setelah beberapa hari bolak-balik membuka project tanpa benar-benar maju, aku berhenti.
Aku tidak menambah fitur.
Tidak mengubah visual.
Aku hanya membuka bagian paling dasar dari game ini: alur logika dan strukturnya.
Dan di situ terasa jelas:
-
Terlalu banyak ketergantungan antar bagian
-
Perubahan kecil berdampak ke mana-mana
-
Aku sendiri mulai ragu menyentuhnya
Game ini tidak rusak,
tapi tidak ramah untuk dilanjutkan.
Itu masalah jantung.
Mengganti jantung tanpa mengubah wajah
Keputusan yang aku ambil cukup sunyi:
-
Aku tidak mengumumkan apa-apa
-
Tidak ada “versi baru”
-
Tidak ada milestone besar
Aku hanya:
-
menyederhanakan alur
-
memisahkan bagian yang terlalu saling terkait
-
membuat logika yang lebih mudah aku pahami hari ini, bukan ideal di kepala dulu
Dari luar, tidak ada yang berubah.
Tapi dari dalam, game ini lebih hidup.
Dan yang paling terasa:
Aku tidak lagi takut membukanya.
Ini bukan soal refactor, tapi soal keberlanjutan
Secara teknis, orang mungkin menyebut ini:
-
refactor
-
rewrite sebagian
-
optimasi struktur
Tapi bagiku, ini bukan istilah teknis.
Ini soal:
-
apakah project ini bisa aku sentuh lagi besok?
-
apakah perubahan kecil terasa aman?
-
apakah aku masih punya energi mental untuk melanjutkan?
Kalau jawabannya tidak,
seindah apa pun game itu,
ia pelan-pelan akan mati.
Pelajaran kecil yang aku bawa
Dari pengalaman ini, aku menyadari sesuatu yang sederhana tapi penting:
Tidak semua perubahan harus terlihat.
Kadang yang paling menyelamatkan justru yang tidak disadari orang lain.
Mengganti jantung bukan tindakan heroik.
Tidak ada tepuk tangan.
Tapi sering kali, itu yang membuat sebuah karya tetap hidup.
Kalau kamu sedang di posisi yang mirip
Kalau kamu punya project yang:
-
terlihat “baik-baik saja”
-
tapi kamu malas menyentuhnya
-
atau selalu merasa capek setiap membuka file-nya
Mungkin bukan kamu yang bermasalah.
Mungkin jantungnya memang perlu diganti.
Pelan.
Tanpa drama.
Tanpa harus diumumkan.
Catatan akhir
Pengalaman seperti ini sering membuatku berpikir ulang soal kenapa banyak kreator berhenti bukan karena kurang skill, tapi karena struktur yang kurang luwes apalagi tidak lagi manusiawi. Itu topik yang sering aku renungkan di tulisan-tulisan utama di sini blog ringkes.
Posting Komentar